Sudah hampir menjadi masalah serius di dunia ini tentang per-GALAU-an tentang pengerjaan sebuah momok dalam kehidupan Mahasiswa yakni SKRIPSI atau TUGAS AKHIR. Banyak para mahasiswa yang selalu Galau karena bingung untuk menyelesaikan Tugas Wajib bagi seorang Mahasiswa untuk mencapai gelar Sarjananya. Kalau situ juga termasuk golongan-golongan yang juga GALAU karena Skripshit ini berbahagialah karena kau tidak sendiri.
(termasuk penulis) . . . Akan Tetapi yang perlu diingat kawan, kalian juga harus menyelesaikan tugas akhir yang disebut dengan Skripshit tersebut. karena jika tak segera dikerjakan kalian akan menjadi yang namanya #BuronanSkripsi hesteg twitter yang digagas pertama kali oleh DOsen dan blogger andalan @slametwidodo. Sebenarnya kalau boleh ditelusuri dilinkungan kampusku sendiri saja sangat banyak sekali para mahasiswa yang tak terurus dan terkesan menghilang dan jarang ke kampus ketika mereka sudah mengambil Skripsi. tak tahu mereka bertapa untuk mendapatkan judul Skripsi dari wangsit gunung sebelah atau pun juga mendekam di dalam kamar agar bisa konsentrasi untuk menentukan topik atau judul Skripsi mereka…atau pun juga menentukan alat apa yang ingin digunakan untuk bunuh diri?
ada nyemplung ke dalam kobokan, gantung diri di pohon toge dan atau meminum air bekas kobokan yang habis dibuat untuk nyuci toge tadi. (Toge = truely toge, bukan toge yang lain gan
).
#Buronan Skripsi. Ada saat yang membuat kehidupan ini seakan tidak adil bagi para #buronanSkripsi ini ketika bulan puasa misalnya sangat sulit sekali menjaga keutuhan puasa kia apabila kita masih sering Syirik aje melihat teman-teman senasib dan seperjuangan yang lain sudah seminar dan sidang akhir atau bahkan tinggal Yudisium. Rasa iri dengki terhadap kesuksesan orang lain ini tentu menjadi syarat mutlak yang bisa menjadikan puasa di bulan ramadhan ini hampir saja batal jika terus-terusan dilakukan. Belum lagi rasa menahan Amarah ketika ada beberapa orang yang bertanya seperti yang di kutip dari sms penulis begini ceritanya :
Si Dia : Mas mw tx
Ingsun : Tanya apa?
Si Dia : Tp hrz dijwb.Oke
Ingsung : Apa dulu?
Si Dia : Gmn Skripsi u? Dah nyampek manase??
Ingsun : Masih nyari judul
Si dia : Masak, Huh bohong, G mungkinlah
Ingsung : (karena udah mulai panas, menahan emosi dengan tak balas sms tersebut)
Si DIa : Bohong kan? (dengan tanpa berdosa dia menodong begitu…tambah bikin pingin bunuh diri aja)
Yah begitulah rasanya jadi #buronanSkripsi kenapa disebut buronan? yah karena emang rasanya nyesek bangeet kalau sudah ditanya tentan Skripsi itu rasanya pingin tiduuur mulu dan ngelupain kehidupan sehari tadi…karena jika tidak ras-rasa seperti seorang buron itu pasti muncul.
Masih belum cukup mengenai tekanan Skripsi, para #buronanSkripsi pasti juga bakal menambah jatah menuh-menuhin kampus aja dan terkesan gak akan di perdulikan para penghuni kampus deh…mirip kayak mau kuliah silahkan mau TA silahkan mau lulus silahkan..gak lulus juga urusan #buronanSkripsi ini memang terkadang hidup seperti anak tiri di filem Sinetron Indonesia yang selalu serba salah. Masalah seperti anak tiri belum cukup? Muncullah masalah dana uang SPP yang harus selalu dibayar meski kita cuman ngambil yang namanya TUGAS AKHIR jadi kita ibarat mbayar SPP 1 semester hanya untuk ngambil TUGAS AKHIR doank jika Skripsi ini tak Segera berujung ..itulah derita #buronaSkripsi!
Dan tentunya kalau kalian para mahasiswa GALAU yang sedang menjadi #BuronanSkripsi kalian bisa ngikut meng-GALAU di twitter dengan hesteg #buronanSkripsi.
Tapi yang perlu diingat hidup ini Indah…jika ada awal pasti ada akhir….
mari kita semua meng-akhir derita menjadi #buronanSkripsi secepatnya dan mendapatkan kebebasan dari #buronanSkripsi. Karena kenapa?
GAK ENAK JADI #BuronanSkripsi duuuuuuuuuul
Hidup Mahasiswa Tingkat akhiiiiiiiiiir yang tiada berakhir . . . .Salam GALAU.

Seharusnya yg sudah lulus itu yg ngiri sama mahasiswa krn mereka kini tak sebebas kita lagi, mereka kini adalah budak orang lain tak seperti kita yg adalah budak utk diri sendiri